3. Analisis Hubungan Asupan Energi,Protein dan Status Gizi dengan Kesembuhan Luka Pasien Bedah di RS. Abunawas Kota Kendari Tahun 2014

  • PARIDAH PARIDAH
Keywords: Energi, Protein, Status Gizi dan Penyembuhan Luka

Abstract

Keadaan gizi merupakan faktor penting pada masa bedah. Malnutrisi  energi dan protein disebabkan akibat penyakit yang diderita dan akibat diet yang kurang baik sehingga timbul keadaan malnutrisi yang parah. Berdasarkan data yang diperoleh di  Rumah Sakit Umum Abunawas Kota Kendari tahun 2013 menunjukkan jumlah pasien bedah adalah 216 orang. Pada bulan Agustus-September 2014 jumlah penderita bedah sebanyak 187 pasien rawat jalan.

            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan energi, protein dan status gizi dengan penyembuhan luka pada pasien pasca bedah di Ruang Rawat Inap Bedah Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien diruang rawat inap bedah RSUD. Abunawas Kota Kendari pada periode Agustus-September Tahun 2014 sebanyak 80 orang dan sampel sebanyak 52 orang yang diambil menggunakan Purposive Sampling. Data diperoleh menggunakan kuisioner dan pengukuran antropometri dan di analisis menggunakan uji Chi-Square.

Hasil yang diperoleh yakni asupan energi pada pasien pasca bedah sebagian besar kurang yakni (59,6%) dan asupan proteinnya kurang (55,8%), kemudian dari 38 sampel  yang asupan proteinnya kurang, sebagian besar yaitu  18 orang (62,15%) kondisi luka pasien dalam keadaan kering, dari 38 sampel  yang asupan proteinnya cukup, sebagian besar yaitu  29 orang (76,3%) kondisi luka pasien dalam keadaan kering dan 31 sampel  yang status gizinya baik, sebagian besar yaitu  25 orang (80,6%) kondisi luka pasien dalam keadaan kering. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan energi dengan penyembuhan luka (p=0,648). Tidak ada hubungan antara asupan protein dengan penyembuhan luka (p=0,786). Ada hubungan status gizi dengan penyembuhan luka (p=0,012) pada pasien pasca bedah di Ruang Rawat Inap Bedah Rumah Sakit Abunawas Kota Kendari.

Penelitian ini menyarankan agar dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Kendari dan RSUD. Abunawas Sultra dalam menentukan kebijakan-kebijakan dalam upaya menangulangi masalah kurangnya asupan zat gizi khususnya energi dan protein  pada pasien pasca bedah.

References

Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Gramedia, Jakarta.
Ambarwati Fitri Respati, 2012. Gizi dan Kesehatan Reproduksi. Cakrawala Ilmu, Yogyakarta.
Daldiyono dan Thaha, 2008. Kapita Selekta Nutrisi Klinik, Perhimpunan Nutrisi Enteral dan Parenteral Indonesia, Jakarta.
Hartono, Andry, 2006. Terapi Gizi dan Diet Edisi 2. EGC, Jakarta.
Hill, Graham, 2000. Buku Ajar Nutrisi Bedah.. Farmedia, Jakarta.
Khomsan, A. 2003. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Moore, M. 2007. Pedoman Terapi Diet dan Nutrisi. Penerbit Hipokrates, Jakarta.
Nirwana, 2011. Psikologi Ibu, Bayi dan Anak. Nuha Medika, Yogyakarta.
Proverawati dan Kusumawati, 2010. Ilmu Gizi untuk Keperawatan dan Gizi Kesehatan. Nuha Medika, Yogyakarta.
Sjamsuhidajat, 2007. Status Gizi Pasien Bedah, Majalah Kedokteran Indonesia RSCM, Jakarta.
Supariasa, I Dewa Nyoman. Bakri, Bachyar, Fajar, Ibnu, 2002. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta.
Susetyowati, 2007. Penatalaksanaan Gizi Pada Pasien Bedah Digestif. Makalah Pertemuan Ilmiah Ke III Tahun 2007.
Waryana, 2010. Gizi Reproduksi. Pustaka Rihamma, Yogyakarta
Published
2014-11-20