Pelatihan Pengenalan Zat Berbahaya Formalin Pada Ikan Konsumsi

  • Tahiruddin Tahiruddin Prodi S1 Keperawatan STIKes Karya Kesehatan
  • Diah Indriastuti Prodi S1 Keperawatan STIKes Karya Kesehatan
  • Habib Ihsan Mowuta Prodi S1 Ilmu Gizi STIKes Karya Kesehatan
Keywords: Fish consumption, Danger, Formalin, Ikan konsumsi, Bahaya

Abstract

Abstrak. Penggunaan pengawet bahan kimia berbahaya formalin semakin marak. Tujuan penambahan zat tersebut adalah meningkatkan kualitas daya simpan. bahaya formalin dalam jangka pendek (akut) adalah apabila tertelan maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, nyeri jika menelan, mual, muntah dan diare, serta tidak sadar hingga koma. Tujuan pengabdian ini adalah menyebarluaskan informasi tentang bahaya formalin pada makanan bagi masyarakat wilayah kecamatan Poasia. Pengabdian ini adalah menggunakan metode pelatihan tentang bahaya formalin pada bahan makanan. Pengabdian diikuti oleh 18 peserta dengan antusias peserta mendokumentasikan dalam bentuk video secara pribadi kegiatan pengabdian untuk disebarkan ke saudara dan tetangga.

Abstract. The use of hazardous chemical preservatives formaldehyde is increasingly widespread. The purpose of adding these substances is to improve the quality of shelf life. The danger of formalin in the short term (acute) is that if swallowed, the mouth, throat and stomach will burn, pain when swallowing, nausea, vomiting and diarrhea, and unconsciousness to coma. The purpose of this service is to disseminate information about the dangers of formaldehyde in food for the people of the Poasia sub-district. This service is using training methods about the dangers of formaldehyde in foodstuffs. The service was attended by 18 participants enthusiastically, the participants documented in the form of videos personally the service activities to be distributed to relatives and neighbors.

Published
2022-07-30