Hubungan Pengetahuan dan Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Ekslusif pada Bayi 7-12 Bulan di Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari

  • Jenny Qlifianti Demmalewa Stikes Karya Kesehatan
Keywords: Pengetahuan, Status Pekerjaan,Pendapatan Keluarga dan Status Gizi

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan yang paling baik untuk bayi. ASI mempunyai komposisi yang unik, sempurna susunan biokimiawi untuk kebutuhan bayi, dan melindungi bayi dari bahaya kekurangan gizi maupun penyakit infeksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Esklusif pada Bayi 0-6 Bulan di Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan desain cross sectional study dan telak dilaksanakan pada tanggal 6 - 23 Agustus 2014 di wilayah  kerja puskesmas Benu-Benua. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari sebanyak  108 orang.dan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara purporsive random sampling, data diperoleh menggunakan kuisioner dan di uji menggunakan uji Chi-Square.

Skripsi diperoleh yaitu dari 85 sampel sebagian besar yaitu 55,3% pengetahuan ibu dalam kategori kurang, 51,8%  ibu tidak bekerja (Ibu Rumah tangga), 68,2% tidak memberikan ASI Esklusif kepada anakya. Kemudian dari 58 ibu yang tidak memberikan ASI Esklusif, sebagian besar yakni 70,7% pengetahuannya dalam kategori kurang dan 58,6% ibu bekerja. Kemudian dari 27 ibu memberikan ASI Esklusif, sebagian besar yakni 77,8% pengetahuan ibu dalam kategori cukup dan 74,1% ibu ibu tidak bekerja .

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Esklusif pada Bayi 0-6 Bulan di Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari. Saran dalam penelitian ini adalah bagi tenaga pelaksana gizi Puskesmas Benu-Benua, hendaknya memberikan penyuluhan kepada  ibu bayi tentang pentingnya nutrisi yang terkandung dalam Air Susu Ibu. bagi anak balita, sehingga meningkatkan pengetahuan ibu- khususnya dalam pemilihan makanan yang bernutrisi bagi bayinya. Bagi ibu agar senantiasa memberikan makanan yang bernutrisi  sesuai kebutuhan anaknya dan bagi masyarakat hendaknya mengikuti perkembangan informasi kesehatan khususnya menyangkut anak balita melalui kegiatan penyuluhan maupun dari media cetak dan elektronik

References

Almatsier, 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia pustaka Utama : Jakarta
Azwar, 2007, Program Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan, Yayasan Penerbit IDI, Jakarta,
Husaini, 2010. Tumbuh Kembang dan Gizi Remaja. Buletin Gizi.
Kemalasari, 2008. Pengaruh Karateristik Istri dan Partisipasi Suami Terhadap Pemberian ASI Esklusif di Kecamatan Sitalari Kota pematang siangtar.Tesis Universitas Sumatera Utara. Http://Pdf. tesis.co.id. Diakses tanggal 12 Januari 2014.
Notoatmodjo, S. 2007. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
Puskesmas Benu-Benua, 2013. Register Laporan Puskesmas Benu-Benua Tahun 2013. Sulawesi Tenggara.
Santoso dan Ranti, 2009. Kesehatan dan Gizi. Penerbit Rineka Cipta: Jakarta.
Siregar, 2009, Hubungan Karakteristik ibu dengan Pemberian ASI Esklusif padaa Bayi o-6 bulan, http://www.enonline.net/if. Diakses 12 Januari 2014.

Soetjiningsih, 2007, ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan, Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Supariasa ID, Bakri B, Fajar I, 2001. Penilaian Status Gizi Edisi ke-1. ECG : Jakarta
Published
2014-08-20