Hubungan Pola Menyusui dan Usia Penyapihan dengan Status Gizi Anak Baduta (6-24 Bulan) di Kota Kendari Tahun 2014

  • Putu Eka Eka M.E FKM Universitas Haluoleo
Keywords: Pola Menyusui, Usia Penyapihan, dan Status Gizi

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energy dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Bila kesehatan ibu setelah melahirkan baik, menyusui merupakan cara memberi makan yang paling ideal untuk 4-6 bulan pertama sejak dilahirkan, karena ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. Setelah ASI tidak lagi cukup mengandung protein dan kalori,seorang bayi mulai memerlukan minuman/makanan pendamping ASI.

Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola menyusui dan usia penyapihan dengan status gizi anak baduta (6-24 bulan) di Kota Kendari Tahun 2014.

Penelitian ini merupakan Deskripstif Analitik dengan rancangan desain cross sectional study dan telah dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 28 Februari 2014  di Kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai anak Baduta usia 6-24 bulan di  Kota Kendari yaitu 415 orang dan sampel sebanyak 52 orang yang diambil secara Purporsive Sampling, data diperoleh menggunakan kuesioner dan di uji menggunakan uji Chi-Square.

Hasil penelitian diperoleh dari 33 Baduta yang status gizinya kurang, sebagian besar yakni 77,8%  pola menyusuinya dalam kategori dan dari 19 Baduta yang status gizinya cukup, sebagian besar yakni 68,7% pola menyusuinya dalam kategori kurang.Kemudian dari 33 Baduta yang status gizinya kurang, sebagian besar yakni 76,8%  usia penyapihannya dalam kategori tidak tepat dan dari 33 Baduta yang status gizinya kurang, sebagian besar yakni 76,8%  usia penyapihannya dalam kategori tidak tepat.

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hubungan pola menyusui dan usia penyapihan dengan status gizi anak baduta (6-24 bulan) di Kota Kendari Tahun 2014, dengan nilai p=0,001 untuk pola menyusui dan p=0,015 untuk usia penyapihan. Saran dalam penelitian ini adalah bagi pihak Dinas Kesehatan Kota Kendari agar dapat menentukan kebijakan-kebijakan dalam upaya menanggulangi masalah status gizi kurang dan upaya penyapihan yang tepat. Bagi  ibu balita agar meningkatkan melakukan penyapihan pada bayi saat berumur 6 bulan. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengkaji faktor-faktor penyebab tidak tepatnya usia penyapihan yang dilakukan ibu baduta dan penyebab rendahnya status gizi Baduta

References

Adriani dan Wirjatmadi, 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
Almatsier. Sunita, 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Amir,A.,2008. Pengaruh Penyuluhan Model Pendampingan Terhadap Perubahan Status Gizi Anak Usia 6 – 24 bulan. Tesis Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang
Ambarwati F.R, 2012. Gizi dan Kesehatan Reproduksi. Cakrawala Ilmu. Yogyakarta.
Anonim, 2007 Hubungan Antara Pekerjaan Ibu, Tingkat Pengetahuan, Status Gizi Dengan Waktu Penyapihan.
______, 2010. Profil Puskesmas Perumnas Kota Kendari. Propinsi Sultra. Kendari.
______, 2011. Hubungan Antara Pengetahuan, Pekerjaan Ibu, Status Gizi Anak Dengan Waktu Penyapihan Di Wilayah Kerja Puskesmas Gubug Kabupaten Grobogan.http://www.Health.com. Diakses 21 November 2012.
Arisman, 2009. Gizi Dalam Daur Kehidupan. EGC. Jakarta
Depkes, RI., 2010 Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT).Badan Litbang – BPS. Jakarta.
¬________, RI., 2011. Pedoman Manajemen Puskesmas Peningkatan Kesehatan Keluarga dan Gizi. Jakarta
Djoko, 2006.Gizi Seimbang untuk Ibu Menyusui. Prima Media Pustaka. Jakarta
Idrus, 2011. Menyusui. PT. Grafika Multi Warna. Jakarta
Manalu, A., 2008. Pola Makan Dan Penyapihan Serta Hubungan Dengan Status Gizi Batita Didesa Palip Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kab. Dairi Tahun 2008. http://www. health.com.Diakses tanggal 21 Oktober 2014.
Maryunani, 2011. Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan. Trans Info Media. Jakarta.
Nadesul, 2007. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Puskesmas Pati I Kabupaten Pati Tahun 2006. Skripsi Kesehatan Masyarakat Pada Universitas Negeri Semarang.
Nirwana, 2011. Kapita Selekta Kehamilan. Nuha Medika. Yogyakarta.
Notoatmodjo S, 2005. Metodologi Penelitian. Rineka Cipta, Jakarta.
,2007.Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Rineka Cipta, Jakarta.
Prabantini, 2010. Makanan Pendamping ASI. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Proverawati dan Kusumawati, 2010. Ilmu Gizi untuk Keperawatan dan Gizi Kesehatan. Nuha Medika.Yogyakarta.

Rasmaniar, 2007. Analisis faktor resiko emosional bonding (Attachemen) dan akibatnya terhadap Status Gizi Anak Bawah Dua Tahun(Baduta) pada suku Moronene Kab. Bombana. Program Pasca sarjana Unhas Makassar.
Ramaiah S, 2006. ASI dan menyusui. PT Bhuana Ilmu Populer. Jakarta.
Sunartyo N, 2005. Panduan Merawat Bayi dan Balita agar Tumbuh Sehat dan Cerdas. Diva Press. Yogyakarta.
Supariasa, dkk. 2001. Penilaian Status Gizi. Penerbit Buku Kedokteran ECG. Jakarta.
Waryana, 2010. Gizi Reproduksi. Pustaka Rihamma. Yogyakarta.
Published
2014-08-20